0
Contoh Penerapan 4C Dalam RPP dan Pembelajaran Kurikulum 2013 - Selamat datang kembali di fisika-pak-ipung.com, pada kesempatan kali ini senang sekali kami bisa sharing kembali artikel-artikel terbaru untuk para pengunjung semuanya. Sebelumnya kami juga mengucapkan terimakasih kepada semuanya yang sudah menyempatkan diri mampir ke blog ini.

Artikel kali ini akan membahas tentang 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation) yang sekarang ini menjadi momok baru bagi para pendidik di tanah air. 4C merupakan sebuah keterampilan yang diasumsikan akan dibutuhkan untuk menjawab tantangan Abad 21 pada semua aspek bidang kehidupan.

Pengertian 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation)


1. Communication (Komunikasi)

Komunikasi adalah sebuah kegiatan mentransfer (mengirimkan) dan menerima (menyerap) sebuah informasi baik secara lisan maupun tulisan. Dalam konteks kegiatan belajar mengajar tentu tidak lepas dari kegiatan Komunikasi baik antar Guru dengan Siswa, atau Siswa dengan Siswa.

Yang paling penting dari proses ini adalah keakuratan baik dalam mentransfer maupun menerima sebuah informasi dengan baik. Sehingga tidak terjadi miskomunikasi baik seluruh atau sebagian sehingga pembelajaran bisa berjalan secara efektif.

2. Collaboration (Kerjasama)

Kemampuan untuk bekerjasama, saling bersinergi, menyatukan potensi kita dengan potensi orang lain demi tujuan tertentu.Dalam konteks kegiatan pembelajaran, hal ini bisa dilakukan dalam kegiatan Diskusi, Penugasan, dan kegiatan lainnya yang melibatkan lebih dari satu siswa.

3. Critical Thinking and Problem Solving (Berfikir Kritis dan Memecahkan Masalah)

Critical thinking adalah kemampuan untuk memahami sebuah masalah yang rumit, mengkoneksikan informasi satu dengan informasi lain, sehingga akhirnya muncul berbagai perspektif. Pada kemampuan ini siswa akan mencari bagian-bagian yang hilang dari pokok permasalahan dan menggabungkan bagian-bagian tersebut untuk dianalisis dan ditemukan pemecahannya.

Sedangkan Problem Solving itu sendiri lebih kepada hasrat atau kemauan untuk memecahkan suatu permasalahan melalui proses Critical Thinking tadi.

4. Creativity and Innovation (Kreatifitas dan Inovasi)

Menurut The Liang Gie, Kreatifitas didefinisikan sebagai kemampuan seseorang dalam menciptakan hal-hal baru. Kreativitas akan sangat tergantung kepada pemikiran kreatif seseorang, yakni proses nalar seseorang dalam menciptakan gagasan baru. Kreativitas yang bisa menghasilkan ide-ide atau produk-produk baru disebut sebagai Inovasi.

Baca Juga : Pembahasan Lengkap Contoh Soal HOTS Kurikulum 2013

Penerapan 4C Dalam RPP

Berikut ini kami tampilkan salahsatu Contoh Kegiatan Inti dalam RPP yang sudah mengintegrasikan 4C didalamnya.

Penerapan 4C Dalam Pembelajaran

1. Penerapan Komunikasi (Communication) Dalam Pembelajaran

Seperti yang sudah kami jelaskan diatas bahwa kegiatan belajar mengajar tak lepas dari Komunikasi. Namun yang harus di fokuskan ialah Akurasi atau keakuratan dalam mentransfer maupun menerima sebuah informasi.

Pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dan siswa harus terjadi komunikasi muliti arah balik antara guru dengan siswa , siswa dengan guru , maupun antar sesama siswa. Siswa hendaknya diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya dalam proses pembelajaran, sehingga siswa dapat mengkonstruk pengetahuannya sendiri melalui komunikasi dan pengalaman yang dialaminya sendiri. Hal ini sejalan dengan filsafat pembelajaran modern yang dikenal dengan filsafat Kontruktifisme.

Misalnya dalam kegiatan Diskusi, dalam kegiatan tersebut guru harus bisa membuat siswa mengkomunikasikan ide atau gagasannya dan membuat siswa lainnya mampu menerima ide atau gagasan tadi dengan akurat. Sebelumnya guru juga harus memberikan permasalahan yang relevan dengan KD/IPK dan juga permasalah tersebut harus kontekstual yang bisa ditemui siswa dalam kehidupan nyata sehari-hari.

2. Penerapan Kerjasama (Collaboration) Dalam Pembelajaran

Dalam proses pembelajaran guru hendaknya menciptakan situasi dimana siswa harus bekerjasama dengan teman sekelompoknya (team work), Disini harus tercipta suasana demokratis dimana siswa dapat berguru menghargai perbedaan pendapat, menyadari kesalahan yang ia buat, serta dapat memupuk rasa tanggung jawab dalam memecahkan suatu permasalahan. 

Selain itu juga, dalam situasi ini siswa akan dituntut perihal kerjasama tim, kepemimpinan, ketaatan pada otoritas, dan fleksibilitas dalam kegiatan kelompok. Hal ini akan mempersiapkan siswa dalam menghadapi dunia nyata dimasa yang akan datang.

Untuk menciptakan Kerjasama yang apik antar siswa dalam kelompok bisa kita usahakan dengan adanya rule (aturan). Untuk itu kenapa dalam setiap kelompok selalu dibagi-bagi peran mulai dari Ketua, Sekertaris, dan Anggota yang tentunya memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda. Namun batasan tersebut bukan pada kebebasan dalam berfikir dan berpendapat.

Disini juga guru harus siap untuk menjadi penengah jika terjadi siswa yang memaksakan pendapatnya atau juga membatasi pendapat siswa lainnya yang masih dalam satu kelompok.

Dapatkan Juga : Buku Pembelajaran dan Penilaian HOTS

3. Penerapan Berfikir Kritis dan Pemecahan Masalah (Critical Thinking and Problem Solving) Dalam Pembelajaran

Dalam kegiatan berfikir pada tingkat ini yang harus difokuskan ialah Guru harus mampu menyajikan permasalahan yang kontekstual seperti yang sudah dijelaskan diatas. Sehingga siswa terangsang untuk berfikir kritis dalam memcahkan permasalahan tersebut. 

Permasalahan tersebut harus bersinggungan dengan hal-hal yang digandrungi siswa pada masa itu, namun tentunya harus sesuai dengan KD, IPK,d an Tujuan Pembelajaran yang akan dicapai. Permasalahan bisa bersinggungan dengan Media Sosial, Game, Gaya Hidup, Fashion, Kejadian-kejadian Viral, atau hal-hal lain yang bisa merangsang antusiasme siswa.

4. Penerapan Kreatifitas dan Inovasi (Creativity and Innovation) Dalam Pembelajaran

Pembelajaran harus menciptakan kondisi dimana siswa dapat berkreasi dan berinovasi, bukannya didikte dan diintimidasi oleh guru. Guru selalu hendaknya berperan sebagai fasilitator dalam menampung hasil kreastivitas dan inovasi yang dikembangkan oleh siswa.

Pada tahap ini yang paling penting ialah guru memberikan ruang kepada siswa untuk berimajinasi, berfikir secara mandiri, serta melakukan percobaan-percobaan (eksperimen). Tentunya ruang atau kebebasan tersebut harus kita batasi juga dengan aturan-aturan seperti tidak boleh keluar dari Topik/Tema permasalahan.

Kesimpulan

Dari keempat kemampuan berfikir yang sudah dijelaskan diatas baik Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation, semuanya saling terkait dan tidak bisa dipisahkan dalam kegiatan pembelajaran. Semua kegiatan berfikir tersebut terjadi dalam satu proses dan bertahap.

Disini penulis menyadari banyak sekali kekurangan dalam penjelasan diatas, untuk itu silahkan cantumkan kritik dan saran yang membangun sebagai bahan perbaikan kedepannya. Dan jangan lupa untuk share artikel ini ke teman/rekan anda yang mungkin juga akan membutuhkannya.

Baca Juga !!!


Sekian informasi terbaru yang dapat kami bagikan untuk Contoh Penerapan 4C Dalam RPP dan Pembelajaran Kurikulum 2013. Semoga bermanfaat dan dapat membantu Bapak/Ibu Guru dalam membuat perangkat pembelajaran yang sudah menjadi kewajibannya sebagai pendidik. Terimakasih telah berkunjung ke blog fisika-pak-ipung.blogspot.com, dan sampai bertemu lagi dikesempatan yang akan datang.

Posting Komentar

 
Top